Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ramadhan 1445 H/2024

Mendulang Rupiah Dari Kampung Kolang Kaling di Cilacap

12
×

Mendulang Rupiah Dari Kampung Kolang Kaling di Cilacap

Sebarkan artikel ini

CILACAP : Salah satu makanan atau buah yang banyak diburu oleh masyarakat saat Ramadan adalah kolang kaling. Buah ini menjadi incaran masyarakat sebagai pelengkap menu berbuka puasa.

Memiliki tekstur yang kenyal di dapat dari buah aren, kolang kaling biasanya diolah sebagai campuran aneka takjil buka puasa seperti kolak, es campur, atau di buat manisan kolang-kaling, dan lainnya.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Di wilayah Kabupaten Cilacap, ada kampung kolang kaling yang sudah terkenal sejak dahulu, tepatnya di Dusun Cipancur Desa Ujungbarang Kecamatan Majenang.

Di Desa ini, mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai pengrajin kolang kaling dan sudah turun temurun, seperti salah satunya Turmono (51).

Menurut Turmono, berkah Ramadan tahun ini, dirinya mampu menghasilkan 2 kwintal kolang kaling dengan dibantu oleh 10 orang pekerjanya.

“Alhamdulillah ada peningkatan tahun ini, bisa 2 kwintal per hari, dibandingkan tahun lalu hanya 1 kwintal”, ucap Turmono.

Diceritakan Turmono, proses pengolahan kolang kaling hingga siap disantap tergolong cukup panjang, dari mulai buah aren yang sudah dipetik, kemudian buah tersebut dipisahkan dari tangkainya, selanjutnya direbus selama 2 jam.

“Setelah proses perebusan, satu persatu buah aren ini diambil kolang kaling nya dengan cara di cungkil menggunakan sendok. Setelah itu kolang kaling direndam selama 5 hari supaya mengembang, dan siap untuk campuran olahan takjil”, jelasnya, Rabu (27/3/2024).

Untuk harga, lanjut Turmono, kolang kaling yang belum direndam harganya Rp. 15 ribu per kilogramnya, kalau yang sudah di rendam diharga Rp. 10 ribu hingga Rp. 12 ribu per kilogram.

“Permintaan kolang kaling dari Majenang, Kota Banjar Jawa Barat, dan wilayah tetangga seperti Salem Kabupaten Brebes”, imbuhnya.

Sementara itu, salah satu pembeli, Uci, mengatakan, dirinya membeli kolang kaling untuk buka puasa.

“Untuk dijadikan campuran aneka panganan takjil. Beli langsung ke pengrajin bisa langsung dapat dari aren nya, kalau beli di pasar kan sudah di rendam, nanti kalau direndam di rumah kan jadi besar, beli harga Rp. 15 ribu, nanti bisa jadi 1,5 kilogram bahkan bisa 2 kilogram setelah direndam”, ungkapnya.

Desa Ujungbarang, merupakan Desa di ujung Utara Kecamatan Majenang, dimana Desa tersebut berbatasan dengan wilayah Kecamatan Salem Kabupaten Brebes, terkenal sebagai kampung kolang kaling karena sejak dahulu secara turun temurun masyarakatnya berprofesi sebagai pengrajin kolang kaling.

Follow Berita Lengkap CMI News di Geoogle News

Example 728x250
Example 120x600