Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Finance

Korban Koperasi Simpan Pinjam Dana Maju Berkembang (KSP DANA) Comal, Makin Bertambah !!!

44
×

Korban Koperasi Simpan Pinjam Dana Maju Berkembang (KSP DANA) Comal, Makin Bertambah !!!

Sebarkan artikel ini
korban koperasi

Pemalang – Koperasi Simpan Pinjam Dana Maju Berkembang (KSP DANA) yang beralamat diperum Vila de Blandong Blok J 15, Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Korban koperasi makin bertambah

Lebih kantor koperasi tersebut di belakang pos Satlantas Comal atau Lampu Merah Blandong, Koperasi Simpan Pinjam Dana Maju Berkembang (KSP DANA) bergerak di bidang simpan pinjam.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Melalui beberapa produk-produk tabungan salah satunya program Simapan berjangka, seperti Simka Prioritas Program dan lain sebagainya.

Diduga uang tabungan nasabah digelapkan oleh pihak koperasi, yang nilainya mencapai milyaran dari nilai tabungan mulai Rp 1.443.000 hingga Rp 500.000.000 rupiah.

Hal tersebut dialami oleh para nasabah yang di iming- imingi dengan Program tabungan Simapan berjangka ( Simka Momen).

Casmuti asal Desa Mojo Kecamatan Ulujami salah satu nasabah koperasi tersebut, ia bersama ratusan anggota atau nasabah menjadi korban dari Koperasi Simpan Pinjam Dana Maju Berkembang (KSP DANA).

Mereka (korban) tergiur dengan program Simapan Berjangka ( SIMKA MOMEN) artinya uangnya utuh dan masih dapat cashback 10% diawal ketika mengikuti Program tersebut.

Ironisnya, pihak Koperasi Simpan Pinjam Dana Maju Berkembang (KSP DANA) datang langsung ke rumah untuk menawarkan Program tersebut.

“Sayakan ikut program Simapan Berjangka ( SIMKA MOMEN) karena pihak koperasi beberapa kali datang ke rumah saya di mojo menawarkan Produk Simapan Berjangka, dengan iming-iming akan mendapat cashback 10% dan bisa diambil kapan saja.

Ketika saya menyeterorkan uangnya ke Koperasi Simpan Pinjam Dana Maju Berkembang (KSP DANA) sejumlah Rp 500.000.000 ( lima ratus juta rupiah) dengan jangka waktu 1 tahun.

Dimana saya mendapatkan cashback 10% atau Rp 50.000.000 dan ketika sudah jatuh tempo saya datang ke kantor koperasi ketemu salah satu pegawai (lupa namanya) untuk mengambil tabungan saya.

Namun pegawai tersebut mengatakan untuk uang tidak bisa diambil dikarenakan tidak ada uangnya, langsung badan saya lemes mendengar seperti itu) ,” ungkap Casmuti, Kamis (25/1)

Dirinya kemudian bertanya kepada anggota koperasi lainya, ternyata anggota yang lain juga banyak yang tabungnya tidak bisa diambil.

Bahkan ada yang jatuh temponya di tahun 2023, belum bisa mengambil tabungnya dikarenakan tidak ada uang di koperasi tersebut.

Selanjut dari pihak koperasi menyarankan anggota untuk menunggu ternyata sampai saat ini para anggota belum bisa mengambil tabungannya.

“Jadi pada saat saya akan mengambil tabungan deposito saya, bertujuan untuk membangun rumah karena sudah mengumpulkan bertahun-tahun”.

korban koperasi

“Eh.. ternyata nggak bisa padahal katanya tabungan tersebut bisa di ambil sewaktu -waktu. Jadi sekarang saya bingung” lanjut Casmuti.yang beprofesi sebagai Pedagang.

Dengan kejanggalan tersebut ia akhirnya pada sekitar tahun 2023 bersama temannya meminta bantuan Kepada salah satu organisasi masyarakat (ORMAS) di kabupaten pemalang.

Hingga sempat menggelar aksi damai di pendopo Kabupaten Pemalang, sampai ke Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah di Semarang dan tetapi tidak berhasil atau tidak ada titik kejelasan.

Pada 25 Januari 2024, 76 Anggota Koperasi meminta bantuan dan pendampingan hukum di KANTOR HUKUM HERU ARDI IRAWAN AND PARTNERS, di terima oleh BAYU ADI DHARMA, SH dan MUHAMAD FAISAL, SH yang beralamat di Jl Jatirejo Gg Mandiri, Ampelgading,Pemalang.

Dengan demikian pihaknya yang berjumlah 76 orang telah menguasakan penuh ke Kantor pengacara tersebut.

Dengan harapan sama seperti anggota lainnya, sebelumnya terlebih dahulu meminta bantuan dan pendampingan hukum. Mereka berharap mendapat kepastian hukum dari perkara tersebut dan uangnya dapat kembali.

Heru Ardi Irawan, SH,.LL.M, selaku kuasa hukum (Pengacara) sekaligus Ketua Bankum Geradin Pemalang, mengatakan pihaknya akan membantu para anggota nasabah yang menjadi korban.

Agar pihak Koperasi membayarkan kewajibannya kepada mereka, jika tidak ada penyelesaian atau itikad baik dari pihak koperasi Simpan Pinjam Dana Maju Berkembang (KSP DANA) maka akan menempuh upaya hukum.

” Jadi ini ada korban tambahan, sebanyak 76 anggota Koperasi Simpan Pinjam Dana Maju Berkembang (KSP DANA) yang memberikan kuasanya kepada kita.

Sebelumnya juga ada beberapa anggota yang menguasakan ke kantor kita, hingga saat ini sudah ada 328 anggota yang memberikan kuasanya kepada kantor kita.

Atas permasalahan ini, kerugiannya bermacam-macam ada yang 2 jt hingga 500 Jt. Bila ditotal kerugiannya mencapai Milyaran rupiah. Pungkasnya

Follow Berita Lengkap CMI News di Geoogle News

Example 728x250
Example 120x600