Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
JAWA TENGAH

Catat Tanggalnya, Polri Akan Gelar Operasi Keselamatan Lalulintas, Berikut Sasaran Pelanggaran

17
×

Catat Tanggalnya, Polri Akan Gelar Operasi Keselamatan Lalulintas, Berikut Sasaran Pelanggaran

Sebarkan artikel ini

SEMARANG : Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali akan menggelar operasi lalulintas. Operasi tersebut akan digelar selama 14 hari di bulan Maret 2024.

Sebagi persiapan kegiatan tersebut, Polda Jateng mengadakan Latihan Pra Operasi (Latpraops) yang diikuti oleh para Kabag Ops, Kasat Lantas, Kasat Intelkam, seluruh Polres jajaran Polda Jateng, dibuka oleh Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Sonny Irawan, di UTC Convention Hotel Semarang, Selasa (27/2/2024).

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dirlantas Polda Jateng dalam paparannya mengatakan bahwa Operasi Keselamatan dengan sandi Operasi Keselamatan Candi 2024 akan dilaksanakan di bulan Maret 2024 selama 14 hari.

“Pelaksanaan operasi meliputi seluruh wilayah di Jawa Tengah yaitu 35 Polres jajaran. Pelaksanaannya selama 14 hari terhitung tanggal 4 – 17 Maret 2024″, ucap Kombes Pol Sonny.

Dalam operasi keselamatan lalulintas tersebut, Polda Jateng, lanjut Dirlantas, akan menerjunkan sebanyak 3.648 personil, yang terdiri dari 260 personil Dirlantas, dan 3.388 personil Polres jajaran.

“Untuk sasaran operasi keselamatan candi 2024, meliputi, penggunaan knalpot brong atau tidak sesuai standar, melawan arus atau berkendara yang bukan peruntukkannya, tidak menggunakan helm, sabuk keselamatan, dan atau menggunakan handphone saat berkendara, selanjutnya, parkir tidak pada tempatnya, berkendara melebihi kecepatan, dan over dimensi atau melebihi muatan yang membahayakan pengguna jalan lainnya”, jelas Dirlantas.

Dihadapan peserta pelatihan, Dirlantas memberikan gambaran mengenai cara bertindak yang harus dilakukan oleh personil dala kegiatan operasi.

“Dalam pelaksanaannya harus mengedepankan edukasi, kepada masyarakat melalui upaya preemtif dan preventif, meski begitu penindakan hukum terhadap pengguna jalan yang melanggar aturan lalulintas teta dilakukan.
Upaya penindakan terhdap pelanggar dilakukan melalui mekanisme yang berlaku dengan mengutamakan penggunaan ETLE dan drone”, imbuhnya.

Sebagai upaya preemtif, jajaran lalulintas akan melakukan upaya pembinaan dan penyuluhan ke berbagai komponen masyarakat baik pelajar, mahasiswa, kelompok otomotif, serta pengguna jalan.

“Termasuk nantinya melakukan upaya kampanye keselamatan berlalulintas di pondok pesantren, melaksanakan Ramp Check kendaraan, serta menggelar klinik kesehatan bagi para pengemudi”, urainya.

Segala bentuk potensi gangguan, akan menjadi sasaran operasi, ambang gangguan dan gangguan nyata, yang berpotensi menimbulkan kemacetan, pelanggaran serta laka lantas yang berakibat fatal.

Dirlantas juga berpesan kepada personil, untuk mengedepankan upaya non justisial berupa teguran lisan secara simpatik.

“Terhadap pelanggaran kasat mata yang berpotensi mengakibatkan laka lantas, penindakan melalui upaya hunting dan tidak kontra produktif dengan sistem ETLE presisi polri”, pungkasnya.

Follow Berita Lengkap CMI News di Geoogle News

Example 728x250
Example 120x600